Peranan sumber belajar dan media dalam PBM
Posted on | October 17, 2010 | No Comments
A. Latar Belakang
Anak merupakan individu yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Kajian tentang anak selalu menarik sehingga meunculkan berbagai pandangan tentang arti sebenarnya. Guru sebagai pelaku pendidikan yang secara langsung berhadapan dengan anak sangat penting memahaminya sesuai dengan tugas perkembangan anak pada tingkat usia tertentu.
Ketidakpahaman mengenai hal tersebut akan membuat guru terjebak dalam kegiatan rutin yang tidak mengacu kepada kebutuhan anak secara individual maupun kelompok, bahkan akan menciptakan pembelajaran yang membosankan bagi anak. Hal itu disebabkan karena kegiatan dari hari kehari tetap sama tanpa kegiatan yang menantang atau menarik.
Proses yang efektif menarik dan menyenangkan bagi anak dipengaruhi oleh berbagai unsure antara lain guru, metode pembelajaran, dan tersedianya berbagai sumber belajar dengan sarana dan prasarana yang memadai secara khusus, tersedianya berbagai sumber belajar akn mendukung terciptanya kondisi belajar anak yang menarik dan menyenangkan.
Sumber belajar sebagai salah satu komponen atau unsure pembelajaran (learning) memegang peranan penting dalam rangka terselenggaranya kegitan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi anak. Sumber belajar tersebut menjadi sangat penting karena tersedianya beragam sumber belajar yang memungkinkan dibutuhkannya budaya belajar anak secara mandiri sebagai dasar untuk pembiasaan dalam kehidupan dikemudian hari, serta mencioptakan komunikasi antara anak dengan orang dewasa dan teman sebayanya.
B. Kajian Tentang Sumber Belajar.
1. pengertian sumber belajar
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
Edgar Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang. Pendapat lain dikemukakan oleh Association Educational Comunication and Tehnology AECT (1977) bahwa sumber belajar merupakan berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.
Dari pengertian tersebut menunjukkan bahwa pada hakikatnya sumber belajar begitu luas dan kompleks, lebih dari sekedar media pembelajaran. Segala hal yang sekiranya diprediksikan akan mendukung dan dapat dimanfaatkan untuk keberhasilan pembelajaran dapat dipertimbangkan menjadi sumber belajar. Dengan pemahaman ini maka guru bukanlah satu-satunya sumber tetapi hanya salah satu saja dari sekian sumber belajar lainnya.
2. Fungsi sumber belajar
Sumber belajar memiliki fungsi :
a. meningkatkan produktifitas pembelajaran dengan jalan:
• Mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik.
• Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
b. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang bersifat individual, dengan cara:
• Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional.
• Memberi kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai kemampuannya.
c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:
• Perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis.
• Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
d. Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan:
• Menngkatkan kemampuan sumber belajar.
• Penyajian informasi dan bahan secara lebih konkrit.
e. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu:
• Mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak denagn realitas yang konkrit.
• Memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
f. Memungkinkan pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menebus batas geografis.
3. Jenis sumber belajar
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
a. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design) yaitu sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b. Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization) yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk: (1) pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya (2) orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya; (3) bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya; (4) alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya; (5) pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya; dan (6) lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.
4. Tahap-tahap perkembangan sumber belajar
Perkembangan Keajaiban dalam Dunia pendidikan Eric Ashby (1997), seorang pemerhati pendidikan menjelaskan tahap-tahap perkembangan sumber belajar. Dia membaginya dalam empat tahap sebagai berikut :
a. Sumber belajar pra guru
Tahap ini, sumber belajar utama adalah orang dalam lingkungan keluarga atau kelompok, sumber lainnya masih sangat langka. Adapun benda yang digunakan berbentuk dedaunan, atau kulit pohon dengan bahan simbol dan isyarat verbal sebagai isi pesannya. Pengetahuan diperoleh lebih banyak dengan cara coba-coba (trial) dan error sehingga hasilnya pun masih sederhana dan mutlak di bawah kontrol orang tua atau anggota keluaga. Ciri khas dari tahap ini sifatnya tertutup dan rahasia.
b. Lahirnya guru sebagai sumber belajar utama
Pada tahap inilah cikal bakal adanya sekolah. Perubahan terjadi pada cara pengelolaan, isi ajaran, peran orang, teknik dan lainnya. Jumlahnya masih terbatas dan dominannya peran guru. Begitu pula mutu pengajaran tergantung kualitas guru. Adapun kelebihannya guru dihormati dan kedudukannya tinggi sehingga menentukan keberhasilan pembelajaran. Kelemahannya bahwa jumlah siswa yang dapat dididik masih terbatas dan tugas guru sangat berat.
c. Sumber belajar bentuk cetak
Tugas guru relatif lebih ringan karena adanya sumber belajar cetak. Siswa dapat mempelajari sendiri ketika belum paham. Kelemahannya terkadang penulisan buku belum baik dan isinya sulit dipahami oleh sebagian siswa. Kelebihannya, materi dapat disebarluaskan secara cepat dan luas. Sumber belajar cetak ini meliputi buku, majalah, modul, makalah dan lainnya.
d. Sumber belajar produk tekhnologi komunikasi
sumber belajar produk teknologi komunikasi. Sumber ini dikenal dengan istilah audio visual aids yaitu sumber belajar dari bahan audio (suara), visual (gambar), atau kombinasi dari keduanya dalam sebuah proses pembelajaran. Istilah lain disebut juga media pendidikan yang biasanya didesain secara lebih terarah, spesifik dan sesuai dengan perkembangan siswa. Contoh sumber belajar dalam tahap ini yakni berupa televisi, CD, radio dan OHP.
C. Kajian Tentang Media Pembelajaran
1. Pengertian media pembelajaran
Media berasal dari kata latin berarti perantara, yaitu perantara sumber pesan dengan penerima pesan. Media pembelajaran merupakan peralatan pembawa atau wahana dari pesan yang oleh sumber pesan(guru) ingin diteruskan kepada penerima pesan (anak).Media belajar yang dimaksud adalah berbagai alat, bahan yang bisa digunakan untuk membantu dalam penyamapaian materi pembelajaran. Media tersebut baik dibuat sendiri maupun karya orang lain. Contoh : film, televisi, diagram, komputer. Contoh tersebut bisa dipertimbangkan sebagai media pembelajaran jika membawa pesan-pesan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
2. Nilai-nilai pemanfaatan media pembelajaran
Pada saat ini masih banyak guru yang menganggap bahwa peran media dalam proses pembelajaran hanya terbatas sebagai alat Bantu semata dan boleh diabaikan manakala media itu tidak tersedia di sekolah. Media pembelajaran merupakan salah satu kompnen yang tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan, tanpa media proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif. Nilai-nilai pemanfaatan sumber belajar yaitu
- Mengkrongkritkan konsep-konsep yang abstrak yaitu konsep-konsep yang masih dianggap abstrak atau sulit dijelaskan secara langsung dapat disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran. Contoh : untuk mengetahui system peredaran darah dapat menggunakan gambar
- Menghadirkan objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat dalam lingkungan belajar. Contoh guru dapat menggunakan gambar untuk menjelaskan tentang binatang.
- Menampilkan objek yang terlalu besar. Contoh menggambarkan benda yang besar melalui media.
- Memperlihatakan gerakan yang terlalu cepat. Contoh pertumbuhan kecambah.
Disusun Oleh:
- MUZAYYANAH
- MUFIDAH H
- NUR HAYATI
- LISTIANI
- MAHWANA
FKIP Universitas Islam Madura
Related Posts
- Teori perkembangan kognitif Jean Piaget
- Metode pembelajaran bermain
- Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD
- Strategi pembelajaran bercerita melalui pendekatan konstruktivistik
- PRAKTIK PEMBELAJARAN CONSTRUCTIVISME PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SECARA HOLISTIK: SUATU TINJAUAN KRITIS
Comments
Leave a Reply