Zona UIM

Zona kumpul | menulis | opini bagi mahasiswa dan alumni Universitas Islam Madura

Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD

Posted on | December 16, 2010 | No Comments

LATAR BELAKANG MASALAH
Strategi secara umum merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar maka strategi bisa diartika sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Sedangkan metode adalah cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri artinya suatu cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya masalah penulisan tentang strategi pembelajaran ( learning strategy )  kita simak dalam bab pembahasan, karena sebagai pendidik ataupun guru akan lebih mudah dalam melaksanakan suatu kegiatan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar apabila telah mampu dan menguasai suatu strategi ataupun metode yang pas dengan kegiatan yang kita laksanakan.

PENGERTIAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN
Strategi merupakan pola umum menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dikatakan pola umum, sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengasah pada hal-hal yang bersifat praktis, masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Sedangkan untuk mencapai tujuan, strategi memang disusun untuk tujuan tertentu. Tidak ada strategi tanpa adanya tujuan yang harus dicapai. Misalkan dalam suatu permainan sepak bola untuk memenangkan pertandingan kita dapat menggunakan strategi menyerang atau bertahan. Maka stelah kita menyusun strategi baru kita tentukan pola atau metode menyerang atau bertahan yang itu pola yang harus dilakukan. Setelah kita menetapkan pola yang sesuai dengan strategi yang diinginkan, baru membicarakan teknik atau tektik permainan.

Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran / learning. Untuk mencapai tujuan pembelajaran (ingat pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan). Perlu disusun suatu strategi agar tujuan itu tercapai dengan optimal. Tenpa suatu strategi yang cocok, tepat dan jitu tidak mungkin tujuan dapat tercapai.

Dalam konteks pembelajaran KBK, strategi dapat di katakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentan kegiatan yang dapati dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses pembelajaran dinamakan dengan metode pembelajaran. Jadi dengan demikian metode pada dasarnya berangkat dari suatu strategi tertentu. Sedangkan cara untuk menjalakan metode yang ditetapkan itu dinamakan dengan teknik atau taktik sifat-sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. Dengan kata lain taktik dan teknik itu menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih tertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. Misal ada dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah yang ditampilkan keduanya bisa berbeda, baik ditinjau dari bahasa yang digunakan, intonasi suara, cara memberikan ilustrasi dan sebagainya.
Disamping istilah strategi, metode dan taktik, dalam konteks pembelajaran ada juga istilah lain yang dinamakan model mengajar (models of teaching) istilah ini dipopulerkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil. Dalam bukunya yang sangat terkenal Models of Teaching (1971) menurut Joyce model itu lebih luas dari suatu strategi, karena suatu model mengajar menyangkut 4 hal pokok yaitu, tahapan-tahapan model, sistem sosial yang diharapkan, prinsip-prinsip reaksi guru dan peserta didik, serta penunjang yang diisyaratkan.

Istilah lain yang lebih umum dari istilah strategi dan model pembelajaran adalah istilah pendekatan. Pendekatan memang tidak sama dengan strategi atau model. Pendekatan adalah istilah yang diberikan untuk hal yang bersifat lebih umum. Dan strategi adalah penjabaran dari pendekatan yang digunakan itu (Roy Killen, 1998). Menurut Killen ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik.

Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. Metode dipilih berdasar strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Namun tidak semua metode itu cocok untuk pelaksanaan kegiatan di TK. Karena TK mempunyai model khas yang telah dirancang dalam KBK seperti metode karya wisata, tanya jawab, bercakap-cakap, bercerita, eksperimen, sosio drama, proyek dan pemberian tugas dan metode demonstrasi.

KEDUDUKAN METODE DALAM BELAJAR MENGAJAR
Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interseksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Nah untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang pendidik harus memahami kedudukan metode dalam sebuah pembelajaran karena metode sebagai salah satu komponen yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Diantara kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu:
1.    Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik
Menurut Sardiman A.M (1988:90) metode ini adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya artinya metode ini berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang membangkitkan belajar seseorang.
2.    Metode Sebagai Strategi Pengajaran
Dalam kegiatan belajar mengajar Dra. Roestiyah N.K (1989:1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang harapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metide mengajar. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam yang relatif lama. Daya serap anak didik juga bermacam-macam ada yang cepat ada yang sedang dan ada pula yang lambat. Dan untuk perbedaan daya serap anak didik tersebut memerlukan strategi pengajaran yang tepat yaitu metode.
3.    Metode Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar atau pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponen-komponen lainnya tidak diperlukan. Salah satunya adalah komponen metode. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan atau pelicin jalan pengajaran menuju tujuan.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE
Ketika anak didik tidak mampu berkonsentrasi, ketika sebagia besar anak didik membuat kegaduhan, ketika anak didik menunjukkan kelesuan, ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika anak didik sebagian besar tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan. Ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebab dan berusaha mencari jawabannya secara tepat, karena bila tidak, maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah faktor metode. Karenanya efektivitas penggunaan metode patut dipertanyakan.

Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Misalkan guru menggunakan metode ceramah sedangkan tujuan pengajarannya adalah anak dapat memperagakan sholat dengan baik. Maka hal itu kegiatan belajar mengajar yang kurang kondusif. Seharusnya penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran, bukannya tujuan yang harus menyelesaikan diri dengan metode.

PENGGUNAAN METODE DI TAMAN KANAK-KANAK
Sebagaima dikemukakan bahwa metode itu merupakan cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Akan tetapi tidak selamanya berfungsi secara memadai. Oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di TK guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajari.
Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan adalah pengembangan kognitif, pengembangan kreativitas, pengembangan bahasa, pengembangan emosi, pengembangan motorik dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan nilai.
Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir dapat menalar. Mampu menarik kesimpulan dan genalisasi, caranya adalah dengan memahami lingkungan dengan sekitarnya, mengenal orang dan benda-benda yang ada, memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat (HildeBrand, 1986).

Untuk mengembangkan krativitas anak, metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya, membuat pertanyaan yang membantu memecahkan, memikirkan kembali, membangun kembali dan menemukan hubungan-hubungan baru.
Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan ( development ) kemampuan berbicara, mendengar, membaca dan menulis. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara.

Untuk mengembangkan emosi anak, menggunakan metode-metode menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat.
Untuk mengembangkan motorik anak, dapat dipergunakan metode-metode yang menjamin anak tidak mengamali cidera. Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Brown, 1985). Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik, tidak menimbulkan perasaan takut, cemas dalam menggunakannya.

Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak, dapat digunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moral Pancasila, agar anak dapat mengalami hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat (Depdikbud, 1994). Pemberian pengalaman belajar yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja, kebiasaan menghargai waktu dan kebiasaan memlihara lingkungan.
Selain dari tujuan kegiatan, karakteristik anak juga ikut menentukan pemilihan metode, karena pada umumnya anak TK adalah anak yang selalu bergerak, mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, senang bereksperimen dan menguji, mampu mengekspresikan diri secara kreatif, mempunyai imajinasi dan senang berbicara.

BEBERAPA METODE PENGAJARAN DIMENSI PERKEMBANGAN ANAK TK
Seperti telah dikemukakan tidak semua metode pengajaran cocok bagi program kegiatan anak TK. Misal metode ceramah kurang cocok bagi program kegiatan belajar anak TK karena metode ceramah menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat.
Berikut metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK yaitu bermain, karya wisata, bercakap-cakap, bercerita, tanya jawab, demonstrasi, sosiodrama, eksperimen metode proyek dan pemberian tugas. Akan tetapi yang dapat kami jelaskan dalam makalah ini ada empat metode yaitu :
1.    Metode Bermain
Menurut pendidik dan para ahli psikolog, bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown, 1985:266). Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri, yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359).
Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei, 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih, mengeksploitasi, merekayasa, mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain:
a.    Motivasi intrinsik, tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak.
b.    Pengaruh positif, tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan.
c.    Bukan dikerjakan sambil lalu, karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya, melainkan lebih bersifat pura-pura.
d.    Cara/tujuan, cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya, karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan.
e.    Kelenturan, bermain itu perilaku yang lentur, kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi.

Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56)
a)    Bermain membantu pertumbuhan anak
b)    Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela
c)    Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak
d)    Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai
e)    Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya
f)    Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa
g)    Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi
h)    Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik
i)    Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian
j)    Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu
k)    Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa
l)    Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar
m)    Bermain menjernihkan pertimbangan anak
n)    Bermain dapat distruktur secara dinamis
o)    Bermain merupakan kekuatan hidup
p)    Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia

Sedangkan fungsi bermain yaitu:
1)    Mempertahankan keseimbangan, artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak.
2)    Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak.
3)    Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang, maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak, misal memakai dasi.
4)    Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari, misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2.
5)    Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah, misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram.
6)    Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain.

Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown)
a)    Bermain secara soliter, yaitu anak bermain sendiri
b)    Bermain secara paralel, yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan, tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain
c)    Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok, misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya
d)    Bermain secara kooperatif, yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain

2.    Metode Karya Wisata
Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi, memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand, 1986). Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran, pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414)
a.    Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak
Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk, warna, ukuran dan sebagainya.
b.    Manfaat karya wisata bagi anak TK
Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu, memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas, memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada, dan dapat menambah wawasan (Hildebrand)
c.    Tujuan karya wisata bagi anak TK
Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat, meningkatkan perbendaharaan, pengetahuan, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan hidup masyarakat, maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai, yaitu aspek kognitif, bahasa, emosi, kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain.
d.    Sasaran karya wisata
Dunia binatang, dunia tanaman, dunia kerja, kehidupan manusia, misal di kota, desa, pesisir, pegunungan.
e.    Rancangan karya wisata
1)    Rancangan persiapan karya wisata oleh guru
-    Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih, misal tema binatang.
-    Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata, guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju.
-    Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata, yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai, b) keseusian karya wisata, c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan, d) biaya yang dibutuhkan, e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya.
-    Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera, pluit, tali bekal dan lain-lain.
-    Menetapkan tata tertib karya wisata, misal kapan harus berkumpul, makan dan sebagainya.
-    Permintaan idzin dan partisipasi orang tua.
-    Persiapan guru dikelas.
2)    Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata
Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata.
3)    Rancangan penilaian karya wisata
Apabila karya wisata telah dilaksanakan, perlu adanya penilaian untuk mengetahui, keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK.

3.    Metode Bercakap-Cakap
a.    Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK
Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). Bercakap-cakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi. (Gordon dan Browne 1985:314)
Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial, emosi, kognitif terutama bahasa.
Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979)
1)    Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti
2)    Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas, ia dapat memberitahukan kepada si pembicara
3)    Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut

Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan, kebutuhan, pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan.
b.    Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK
Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun ekspresif. Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain.
Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254)
1)    Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya “saya ingin”.
2)    Berfungsi mengatur, melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. Dinyatakan dengan “lakukan itu”.
3)    Sebagai hubungan antara pribadi, bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial.
4)    Berfungsi bagi diri sendiri, anak mengatakan pandangannya, perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri.
5)    Berpikir heuristik, sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan, anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau “katakan padaku mengapa begitu”.
6)    Fungsi imajinatif, dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis.
7)    Fungsi informatif, anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk “aku punya sesuatu untuk kuceritakan”.
c.    Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK
Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakap-cakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif, menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain, berhubungan dengan orang, membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif, bahasa, sosial, emosi dan konsep diri.
d.    Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK
1)    Rancangan persiapan guru
a)    Menetapkan tujuan dan tema kegiatan
b)    Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih
•    Monolog, merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak, orang seorang, dihadapan teman-temannya dan guru. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan berkaitan dengan tema.
•    Dialog, merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih, antara anak dengan anak yang lain, antara anak dengan guru.
2)    Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap
a)    Menarik perhatian dan minat siswa, misal dengan menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan tema yang ditetapkan.
b)    Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai
c)    Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan
d)    Menutup percakapan
3)    Rancangan penilaian bercakap-cakap
Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran, perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan.

4.    Metode Bercerita
Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak.

Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK, karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilai-nilai budaya, sosial, keagamaan, menanamkan etos kerja, etos waktu, etos alam, membantuk mengembangkan fantasi anak, dimensi kognitif anak dan bahasa anak.

a.    Pengertian metode bercerita bagi anak TK
Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. Adapun teknik-teknik bercerita antara lain:
1)    Membaca langsung dari buku cerita
2)    Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku
Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan, mengikat perhatian anak pada jalannya cerita.
3)    Menceritakan dongeng
Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya.
4)    Bercerita dengan menggunakan papan flaneli
5)    Bercerita dengan media boneka
6)    Dramatisasi suatu cerita
Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne). Seperti si kancil pencuri ketimun.
7)    Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan
b.    Manfaat metode cerita bagi anak TK
Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran, keberanian, kesetiaan, keramahan, ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga, sekolah dan luar sekolah. Juga dapat memberi pengetahuan sosial, nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa, kognitif, seni, afektif dan psikomotor. Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya.
c.    Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK
Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial, moral dan keagamaan. Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial.
d.    Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK
1)    Rancangan persiapan guru
-    Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih
-    Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih
-    Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan
-    Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita
-    Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita

2)    Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut:
•    Mengkomuniskan tema dan tujuan
•    Mengatur tempat duduk
•    Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita
•    Pengembangan cerita yang dituturkan guru
•    Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk. Misal cerita “banjir”
•    Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita

KESIMPULAN
1.    Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Karena strategi pada hakikatnya belum mengarah pada hal-hal yang bersifat praktis, masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh.
•    Strategi dalam konteks KBK dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
•    Metode adalah pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri dalam proses pembelajaran.
•    Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan
2.    Kedudukan metode dalam belajar mengajar
•    Sebagai alat motivasi ekstrinsik
•    Sebagai strategi pengajaran
•    Sebagai alat untuk mencapai tujuan
3.    Efektivitas penggunaan metode apabila proses belajar mengajar kurang kondusif dan tidak sesuai dengan tujuan kegiatan sehingga metode perlu disesuaikan dengan beberapa komponen-komponen pengajaran.
4.    Penggunaan metode di TK harus sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar.
5.    Macam metode yang sesuai dengan perkembangan anak TK yaitu metode bermain, metode karya wisata, metode bercakap-cakap, metode bercerita, metode tanya jawab, metode demonstrasi, metode sosiodrama, metode eksperimen, metode proyek dan metode pemberian tugas.

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Bahri, Syaiful (1996) Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Rineka Cipta.

Zain Anwar (2002) Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Rineka Cipta.

AK. Mudjito (2006) Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta. Depdikbud.

Ibrahim. R. Dan Nana Syaodih (1996) Perencanaan Pengajaran. Jakarta. Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional (2006) Kurikulum 2004. Standart Kompentensi, Pedoman Pembelajaran.

Tim Penyusun:

NURUL HASANAH

RUSTIANI

SULIHA

SITI HALIMATUS S.

SITI DALILAH

Related Posts

Comments

Leave a Reply